SEJARAH


Akademi Gizi di Indonesia didahului dengan berdirinya Sekolah Ahli Makanan (SAM) pada tanggal 14 September 1950 di Jakarta dengan lama pendidikan 1,5 tahun dengan hanya menerima lulusan Sekolah Guru Kepandaian Putri.

Menyadari pentingnya peranan gizi dalam kesehatan masyarakat, maka dirasa perlu mendidik tenaga-tenaga ahli dalam bidang gizi dengan pengetahuan yang lebih luas tentang aspek sosial ekonomi dan pangan, sehingga pada tahun 1952 masa pendidikan diperpanjang menjadi 3 (tiga) tahun. Nama pendidikan berubah menjadi Sekolah Ahli Diet (SAD) dan yang diterima adalah lulusan SGKP dan SMA baik putra maupun putri.

Pada tahun 1957, status Sekolah Ahli Diet ditingkatkan menjadi Akademi Pendidikan Nutrisionis dan Ahli Diet dengan 2 (dua) peminatan yang berkampus di Bogor. Kemudian pada tahun 1961 tidak dibedakan peminatan dengan nama lembaga menjadi Akademi Pendidikan Nutrisionis. Tahun 1966 nama pendidikan dibakukan menjadi Akademi Gizi dan kampusnya dipindahkan ke Jakarta.

Dengan semakin meningkatnya program gizi baik oleh pemerintah maupun swasta, maka dirasakan perlunya mengembangkan pendidikan gizi baik tingkat menengah maupun tingkat tinggi Akademi di propinsi-propinsi lain. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada tahun 1981 dikeluarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Depkes RI Nomor 153/Um/Diklat/1981, tanggal 29 Januari 1981 yang menginstruksikan SMAK Jurusan Gizi menjadi SPAG dan hanya menerima calon siswa baru lulusan tingkat SMA. Berikutnya didirikan SPAG di beberapa propinsi lain.

Sejak tahun 1950 sampai dengan sekarang telah berdiri sejumlah 18 buah Akademi Gizi/PAM Gizi yang tersebar diberbagai propinsi dan wilayah Republik Indonesia.

Pada tahun 1983, di Ujung Pandang mulai diselengarakan pendidikan Sekolah Pembantu Ahli Gizi (SPAG) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor 73/Kep/Diklat/Kes/1983 tentang izin sementara Penyelengaraan Pendidikan SPAG di Pekalongan, Palembang dan SPAG Depkes Ujung Pandang. Hingga tahun 1987/1988, SPAG Depkes Ujung Pandang telah menghasilkan sebanyak 260 orang lulusan, dan seluruhnya telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang gizi, maka diperlukan tenaga gizi yang mampu melaksanakan tugas untuk mengadakan perubahan, pertumbuhan dan pembaharuan di bidang gizi. Atas dasar tersebut, maka pada tanggal 29 Februari 1988 dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 13/Kep/Diknakes/II/1988 telah ditunjuk SPAG Depkes Ujung Pandang untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Diploma III Bidang Gizi mulai tahun akademik 1988/1989. Kemudian untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang ada maka Akademi Gizi Ujung Pandang berubah menjadi Pendidikan Ahli Madya (PAM) Gizi Ujung Pandang, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 014/Menkes/SK/I/1992 tanggal 3 Januari 1992.

Berdasarkan Surat Keputusan Menkes dan Kesos Nomor : 298/MENKES-KESOS/SK/IV/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan, maka Pendidikan Ahli Madya Gizi (PAM) Gizi Makassar bergabung ke dalam Institusi Politeknik Kesehatan dan berubah nama menjadi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar.

Berdasarkan hasil Akreditasi yang dilakukan oleh Pusdiknakes Depkes RI, maka Jurusan Gizi Poltekkes Makassar untuk tahun 2010 memperoleh Akreditasi A dengan nilai 89,70. Tahun 1996 memperoleh Akreditasi Strata A dengan nilai 87,36. Tahun 1998 memperoleh Akreditasi Stara A dengan nilai 87,83 dan tahun 2003 memperoleh Akreditasi Strata A dengan nilai 89,05